Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2014

Teruntuk Hati yang sering kali Melukai dan Dilukai

Apa kabar kamu disana? lama kita tak bersapa, walaupun sejuata asa meminta untuk bersua tapi aku menahan diri untuk tidak kalah dengan nestapa kamu sehat? mungkin kata itu yang pertama akan ku ucap pertama, kita selalu tau bahwa kamu dan aku harapkan adalah kita sama-sama  sehat, setelah sekian lama kita tidak beringat. sejak hari itu, kamu menjelma menjadi aksara yang memang ingin ku tulisakan dalam sajak yang selalu menjadi penikmat. hey, kira-kira sudah berapa waktu kita tak saling sapa? Hati kita pun merentang jarak Bertamulah curiga, ditipulah rindu lalu dengan angkuh kita membatu kepala, menagih maaf Sementara luka belum tahu di mana letaknya? Cukuplah sekali kita tak saling sapa Setelahnya kita harus saling paham kita cukup mengeja cara menjamu rindu.  Aku gila, kamu amnesia.  Kita sepakat pergi dari ingatan perihal sebuah rasa, dari deru menghentak-hentak dada. yah.. Malam ini, kita binasa,

Jujur, gue sih orangnya dendaman..

Gambar
Pernah ga lu dendam sama seseorang? Gua sering. alasanya apa? karna di hina, karna disakitin. kalo didefinisikan dendam itu adalah perasaan ingin membalas orang yang menyakiti kita dengan tujuan agar orang itu merasakan apa yang kita rasakan.benar? ahhh.. tapi aku mah bukan gitu, cuwerrr,,, cius, miayam..  dendam yg gua maksud disini dendam positif, kalo dendam negatif berkonotasi membalas, maka dendam positif akan lebih mengarah pada kata pembuktian . Tetapi pembuktian disini bukan kepada orang yang menyakiti kita tetapi pembuktian kepada diri sendiri, gitu loh :D contoh : dulu waktu SD kira kelas 4. gua punya temen namanya Yollanda, si yolla ini anak yg lumayan pinter, rengkingnya selalu balap-balapan sama gue. ceilaahh.. kalo gua jago di matematika, si yolla ini jago dibahasa inggris, secara dia ikut kursus di lembaga yg dulunya dan sampai kini namanya terkenal dan mahalnye bikin gua ngelus dada, hehe sori lebai jadi, suatu hari saat pelajaran bahasa inggris kita ...

Elegi Pagi

pagi itu... ku lihat kembali wajahnya.. yg terpapang sayup memandangi sebuah kisah lama. "sedang apa kau d'sini?" sekuntum mawar bertnya, "aku sedang bahagia" jawabnya, "kemana pula senyum mu itu?" rumput bertanya, "angin membawanya pergi" ucapnya kemudian, wajah yg sunyi.. kbhgian hilang dari wajah itu, air mata yg membeku di ujung, terbawa arus dalam lamunan hidup, penuh duri kesengsaraan.. 30 Juni 2010 Phz .a little think.

aku manusia laknat

kebencian bersemayam di tubuh tak bernyawa.. angin itu yg membawanya kemari.. yang mnengalir dengan darah.. yang menyatu dalam raga.. menusuk jantung yang berdetak.. memecah nadi yg berdenyut yang terhembus dalam setiap nafas.. dan terucap dalam sebuah kalimat.. haruskah?? haruskah ku diam?? melihat racun yg menjalar d'dlam tubuh manusia?? yang membeku dalam hati dan ia hanya berkata.. "aku manusia laknat" jakarta, 30 juni 2010 phz .a little think.