Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2014

Semoga tidak Kamu lagi

Ada rasa sedih saat melihatmu bahagia Bukan karena aku tidak ingin kamu bahagia Melainkan karena bukan aku yang membahagiakanmu  Itu menyakitkan, seperti pukulan yang sebenarnya ingin buatku tersadar Mungkin ini waktu untuk aku terpuruk Supaya aku dapat melihat Tuhan memakai kenangan ini untuk buatku dipenuhi kesiapan Sehingga doa dapat melahirkan semangat Dan kemudian buatku bangkit Namun ketahuilah sebelum aku sudah tak lagi mencintaimu Ini darahku mengalir membawa bayang-bayangmu mengelilingi tubuhku  Dan jantungku berdenting demi kau menari-nari di pikiranku Ada satu hal yang sampai hari ini masih membuat aku bangga menjadi aku Itu karena aku mampu terima kamu apa adanya Aku meminta ampun kepada Tuhan Sebab aku pernah berharap kalau suatu saat Ketika angin menghempasku hilang dari daya ingatmu Aku ingin tak pernah lagi menginjak bumi Sebab hidup  jadi terasa bagaikan dinding yang dingin Aku harus menjadi paku Sebab kamu b...

Tidak Dicintaimu

Karena aku sudah terlanjur mencintaimu, seperti rahim yang tak mungkin menelan lagi anaknya. Sekalipun laba-laba telah membangun sarangnya dalam hatimu, sesungguhnya aku tidak ingin keluar atau biarlah di dalamnya aku disekap! Dengan nafas yang terengah-engah, teriring isak yang tersandung-sandung di tenggorokan, inilah aku yang betapa ingin membangkitkanmu yang tergeletak. Mungkin ini garis terberat aku mencintaimu. Ada baiknya aku memohon ampun, mengakui kelemahan, menjunjung tinggi belas kasihan dan tak lupa berterima-kasih. Sayang, aku tidak hanya ingin sekadar ada, tetapi siap dan lagi bisa. Bila lengah mata melihat atau lelah pundak memikul, ketahuilah langkahku tetaplah engkau! Aku ingin terlempar untuk membentur bola matamu, lalu terus menggelinding di atas tiap esokmu. Bagiku, wajah yang dipukul telak masih lebih ringan daripada tidak dipeluk kamu di saat-saat seperti ini. Karena tidak dicintaimu adalah sesuatu yang baru, yang membuatku merasa asing di antara segala hati yan...