Bahkan dalam Mimpipun aku sibuk mencintainya

wajahnya natural, tanpa polesan gincu2 bak wanita sirkus malam.
senyumnya manis, dihiasi lesung di pipi kananya,
yg paling ku suka tertawa lepasnya, renyah terdengar
raut wajah mungil dan ekspresinya selalu membuatku tak jengah memandangnya,
parasnya lembut, bila kau lihat lebih dalam, ada keindahan didalamnya,
matanya lentik kecil dengan bolamata hitam bulat, aku suka memandangnya berlama-lama
dia sangat sederhana,

aku selalu ingin didekatnya, menjaganya dan menyayanginya. Dia begitu rapuh, aku tau itu. Tapi ia wanita hebat yang selalu ingin tampak kuat.
Hatinya begitu lembut untuk rasa, aku seperti melihat dua sifat didalamnya, anak kecil yang begitu manja dan rasa keibuan di dirinya. Aku tahu dia bahkan sangat keras kepala kurasa, namun aku selalu ingin tahu lebih banyak tentangnya. Wanita itu penuh tanda tanya.

Wanita itu, aku mengaguminya, aku menyayanginya, aku suka senyumnya, aku selalu suka apapun tentangnya dan aku suka caranya memperlakukanku, dia jauh dari yang ku kira kala itu. Wanita itu yang membuatku malu ketika pertama kali kita bertemu, wanita yang sangat sederhana itu, ia adalah wanitaku….
Aku mencintainya, bahkan dalam mimpipun aku selalu sibuk mencintainya,


 Jakarta, 24 juni 2014
Hendri Gunawan Lubis

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Just because we don't talk anymore

aku manusia laknat

Tidak Dicintaimu