Lamunan Kosong ; satu

jadi, seberapa sering kau mengira-ngira takdir tuhan?
dia datang tanpa kau duga bukan?
yg menjinjit2 di bawah panas bola gas besar yg kita sebut itu matahari.
atau yg biasa bernada di senandung hujan saat kemarau tiba?

kau terlalu menerka-nerka,
kau bilang kau akan bahagia. padahal kau sudah bahagia.
kau serakah tuan,
lihat itu kau bahkan ijak-ijak semut yg memungut remah roti sarapanmu tadi pagi..
dan bahkan kau mengecak-ngcak pinggang saat istrimu mengutukmu,

kemudian,
rumah mu ramai, kedatangan orang membopong sajad gadis kecil
siapa itu?
anakmu?
bukankah dia sudah kau tukar dengan si tukang tanah kemarin malam?


Jakarta,
28 Agts 2014
Phz.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Just because we don't talk anymore

aku manusia laknat

Tidak Dicintaimu