Kepada : Hati 23 Mei
Teruntuk dia yg pernah mengisi hari-hariku,
Selamat anniversary sayang, seharusnya hari ini kita saling berucap seperti itu,
semua diawali dengan rasa penasaran yg aku sendiri tidak tau bagaimana cara untuk menghilangkannya,
mereka bilang ini rumit dijelaskan, otak saja tak bisa mencernanya, tapi hati mengerti.
mereka bilang jalannya akan sulit, tapi bersamanya semua terasa mudah,
asal dia tidak tahu saja, itu yg dijaga.
Hey, Kau tau aku benci malam. malam membuatku berfikir lebih keras dan tetap saja aku tak tau jalan keluarnya, Begini, bisa kau jelaskan padaku? bagaimana satu hati bisa mencintai 2 orang yg berbeda? dan apa itu salah? kalau salah, coba jelaskan lagi bagaimana bisa seorang ibu mencintai anaknya yg lbh dr 2 orang? beda? sama saja, itu cinta!
Aku ingat saat itu pagi-pagi buta dia disini, disisi ranjangku, belum sempat aku bangun dari posisiku,
"selamat pagi" ucapnya sambil mengecup dahiku, sambil tangannya mengulurkan 3 tangkai Bunga Mawar, 2 merah, 1 putih, aku mengerti maksudnya.
ahh.. aku merindukannya, kecupan lembutnya selalu meninggalkan basah di dahiku.
dia, seorang yg mengetuk hatiku dengan caranya bertutur kata, dia membuatku percaya bahwa masadepan milik kita, dia mengajarkan betapa indahnya arti kesederhanaan, semua hal yg dia berikan membuatku percaya,
mendung, adalah ketika hujan tertahan dikelopak mata, bahkan menulis inipun aku ciumin saputangan biru ku, aromanya sama dengan bau baju-bajumu, yg sampai sekarang aku tak pernah lupa bagaimana aromanya,
baru tahu mataku lebih hebat dari langit ternyata, Aku sangat inginkan kita meski akhirnya ku lepaskan juga, yg ternyata menjaga lebih sulit kurasa.
sia-sia? tidak, Tuhan menciptakan semuanya dengan alasan, ikhlaskan, itu yg harunya dilakukan.
sayang, aku percaya kita bertemu dengan suatu alasan, dan berpisah pun dengan alasan,
bukan karna kita tidak saling mengerti, sebaliknya, justru pada akhirnya kita saling mengerti apa yg selama ini kita jalani, ini adalah jawaban dari sebuah 'penasaran' yg awalnya kita tak tahu cara mencari jawabnya.
dan aku percaya sampai detik ini pun dia masih merindukan ku, masih bertanya-tanya kabarku, mungkin kita memang saling tak bersapa, tapi kita selalu saling mendoakan,
Tuhan Yang Maha Baik, yang Aku tau Aku mencintainya dan Aku menginginkan
kebahagiaan atas dirinya. Biar tak bersamanya sekalipun tak mengapa
asal Aku mohon berikanlah ia ganti yang tulus mencintainya dari Aku yang
tulus mencintainya setulus aku mencintainya bahkan lebih tulus dari
cintaku padanya.
Jaga ia di tiap malamnya, dan berikanlah ia ganti yang bisa menemaninya di tiap susah atau bahagianya sampai ia mati. Aamiin.
Teruntuk Dia yang pernah mengisi hariku.
Jakarta, 23mei2014
PHZ
. a litttle think.
Komentar